open
"a woman who opens her heart to love you, when its already broken, is braver than any person you'll meet"
kenapa gue mulai dengan quotes begitu ? karena gue sedang mengalami satu masa mengumpulkan keberanian atas semua masa lalu gue *bahasa gue berat sekali* tapi ini serius, mungkin buat yang udah baca-baca post gue atau teman-teman selingkungan gue selama SMA sadar seberapa sakit dan rapuhnya gue dulu.......iya gue rapuh banget. gue yang dulu nangis merengek 7 hari karena sadar diduain, gue yang dulu rapuh karena selalu kebagian diputusin, gue yang pada akhirnya ga bisa lagi ngerasain "rasa" cinta selama kemarin-kemarin, gue yang udah sempet mikir mau single selamanya....*ini serius*, gue yang sadar lama-lama hati gue jadi hambar..................
kenapa hambar ? karena selama kuliah semester 1, 2, bahkan 3 ga ada sedikitpun "kejutan" untuk hati gue. bahkan ketika gue mencoba buat membuka hati dengan memberikan sedikit *perhatian* ke seseorang, yang gue dapatkan adalah hambar dan rasa ga enak karena ternyata untuk suka sama seseorang aja buat gue udah sulit. Gue yang dulu kalo dideketin dikit sama cowo langsung ada "kejutan" sampai pada titik dimana gue yang pasif soal hati. Gue ngerasa sangat pasif selama kuliah-kuliah kemarin kalau mengenai hati, dengan tanpa adanya perasaan apapun dan sama siapapun.
yang gue sadari saat itu adalah alasan simpel yang muncul dan mengakibatkan kepasifan hati gue. gue takut. iya, gue takut untuk mempergunakan 1 ruang di hati gue lagi untuk hal-hal seperti itu. memang ketika gue bisa mempergunakannya gue akan bahagia, tapi gue kembali dihantui sama rasa takut yang harusnya bisa gue tepis.
sampai pada waktu dimana gue sadar, pelan-pelan ada yang bergerak di "ruang" itu. bergeraknya emang sedikit awalnya.....karena masih terkalahkan sama perasaan takut gue. cuma entah awalnya bagaimana..........akhirnya "ruang" itu mulai terbuka dan bahkan terisi oleh seseorang. gue selalu mencoba mencari cara buat menutup "ruang" itu lagi tapi selalu gagal, ruangan itu sudah terisi.
"nikmatin aja dulu Ul, seenggaknya dari sekian lama lo bisa suka lagi sama seseorang" -temen gue yang tau masalah gue dari awal justru kata-katanya seperti menekankan bahwa hal ini merupakan hal yang harusnya gue syukuri. tapi jauh di dalam "ruang" itu, gue masih takut sebenernya. di satu sisi gue gatau akhirnya bakal seperti apa, di sisi lain gue merasa nyaman dengan hal ini.
sampai akhirnya gue cuma bisa...........pasrah. gue ga akan mencoba maju dalam artian mendekati orang itu, dan gue juga belum bisa mundur karena gue sendiri belum tau alasannya.
kenapa gue mulai dengan quotes begitu ? karena gue sedang mengalami satu masa mengumpulkan keberanian atas semua masa lalu gue *bahasa gue berat sekali* tapi ini serius, mungkin buat yang udah baca-baca post gue atau teman-teman selingkungan gue selama SMA sadar seberapa sakit dan rapuhnya gue dulu.......iya gue rapuh banget. gue yang dulu nangis merengek 7 hari karena sadar diduain, gue yang dulu rapuh karena selalu kebagian diputusin, gue yang pada akhirnya ga bisa lagi ngerasain "rasa" cinta selama kemarin-kemarin, gue yang udah sempet mikir mau single selamanya....*ini serius*, gue yang sadar lama-lama hati gue jadi hambar..................
kenapa hambar ? karena selama kuliah semester 1, 2, bahkan 3 ga ada sedikitpun "kejutan" untuk hati gue. bahkan ketika gue mencoba buat membuka hati dengan memberikan sedikit *perhatian* ke seseorang, yang gue dapatkan adalah hambar dan rasa ga enak karena ternyata untuk suka sama seseorang aja buat gue udah sulit. Gue yang dulu kalo dideketin dikit sama cowo langsung ada "kejutan" sampai pada titik dimana gue yang pasif soal hati. Gue ngerasa sangat pasif selama kuliah-kuliah kemarin kalau mengenai hati, dengan tanpa adanya perasaan apapun dan sama siapapun.
yang gue sadari saat itu adalah alasan simpel yang muncul dan mengakibatkan kepasifan hati gue. gue takut. iya, gue takut untuk mempergunakan 1 ruang di hati gue lagi untuk hal-hal seperti itu. memang ketika gue bisa mempergunakannya gue akan bahagia, tapi gue kembali dihantui sama rasa takut yang harusnya bisa gue tepis.
sampai pada waktu dimana gue sadar, pelan-pelan ada yang bergerak di "ruang" itu. bergeraknya emang sedikit awalnya.....karena masih terkalahkan sama perasaan takut gue. cuma entah awalnya bagaimana..........akhirnya "ruang" itu mulai terbuka dan bahkan terisi oleh seseorang. gue selalu mencoba mencari cara buat menutup "ruang" itu lagi tapi selalu gagal, ruangan itu sudah terisi.
"nikmatin aja dulu Ul, seenggaknya dari sekian lama lo bisa suka lagi sama seseorang" -temen gue yang tau masalah gue dari awal justru kata-katanya seperti menekankan bahwa hal ini merupakan hal yang harusnya gue syukuri. tapi jauh di dalam "ruang" itu, gue masih takut sebenernya. di satu sisi gue gatau akhirnya bakal seperti apa, di sisi lain gue merasa nyaman dengan hal ini.
sampai akhirnya gue cuma bisa...........pasrah. gue ga akan mencoba maju dalam artian mendekati orang itu, dan gue juga belum bisa mundur karena gue sendiri belum tau alasannya.




0 Response to "open"
Posting Komentar